teoricermin

Surat Cinta Perempuan (Dari Balik Meja Dapurnya)

In Uncategorized on July 27, 2009 at 9:30 am
Pertama-tama perempuan memulai dengan menjejalkan pada hatinya sebuah impian.

Aku jelas berjarak dari buruan para laki-laki
Sekiranya aku mengerti ketika langit telah kelam
Dari suatu kemenangan yang layak, dan pagi dan senandungkan

Sophie M. Almon-Hensley — dari kumpulan puisi bunga 1895

Setiap perempuan memulainya dengan harap yang banyak, ingin yang banyak, seperti dipenuhinya kue-kue dengan banyak gula dan krim yang manis, menjadikan kemuraman permukaan, dan langit yang jauh dari jangkau tangan, merisi tertutupi, walau peralatan kasar, tajam, bau rempah yang menyengat, tungku api yang panas membakar yang digunakannya. Jika tidak ada cinta, barangkali tidak akan ada kue-kue enak yang dihidangkan di meja.

Kue menjadi enak
Ketika tertitip rasa sayang kita untuk membuatnya.


Yoko Shoji — dalam Popcorn

Menimbang Revolusi sebagai Balita, Menanggalkan Sejarah sebagai Rok Mini

In Uncategorized on July 27, 2009 at 4:39 am

Solar EclipseRevolusi Belum Selesai

Jika anda ucapkan judul diatas kepada Marylin Monroe tentunya dia akan segera membukakan bra-nya. Karena terkejut atas kata-kata yang dihuni secara semiotik oleh jiwa kejut. Ultimasi kata revolusi terkadang menjebak sebagian orang untuk bergegas-gegas ria, melakukan selebrasi dini sampai kaca pecah, pintu rubuh, sepeda tidak berpentil, dan jemuran lupa di angkat – hal-hal yang secara keseharian penting dilupakan sejenak. Perhatian dipusatkan pada ruang dan waktu yang sangat imajinatif, artifisial dan begitulah kebanyakan sejarah dibentuk

Cinderella dan Teroris Muslim

In Uncategorized on July 26, 2009 at 1:12 pm

blis4


“Satu mobil kau bakar, kau merupakan kriminal. Seribu mobil kau bakar, kau membuat pernyataan politik.”

Ulrike Meinhoff — pendiri Tentara Merah.

Satu kata untuk para perempuan yang terlibat terorisme; “bitch!” dan empat kata untuk pemerintahan yang telah melahirkan para teroris; “son of a bitch”, sementara itu bagi para pria yang kemarin nekat meledakkan dirinya di dua hotel Jakarta, kalian tidak layak dipanggil apa-apa… tidak ada penghormatan dan pengakuan untuk sesuatu yang usang dan dikalang oleh rasa cemburu akan nikmatnya orang amerika utara hidup, dan menderitanya mereka yang di Arab sana gara-gara itu.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.